Belajar dan Kursus dari Rumah

Belajar Bahasa Inggris dari rumah, program belajar 1 tahun sampai dengan level Advance....

KBA Mandiri singkatan dari Kursus Belajar untuk Anak secara Mandiri (Home Schooling). Galery produk berkualitas untuk pembelajaran bahasa asing, pengasah kecerdasan dan penambah pengetahuan, sehingga anak/ siswa dapat belajar dengan mandiri dirumah, dibimbing orang tua, atau siapapun yang diberi kepercayaan(Home Schooling). Kuncinya adalah belajar dilakukan dengan metode "fun learning" agar anak tidak mengalami stres dalam belajar lanjut baca

http://fahrul-riza.tokobagus.com/

Rabu, 02 Desember 2009

Bagaimana Memanfaatkan Masa Keemasan Anak secara bijak?

Masa keemasan (golden age) seorang anak adalah merupakan masa paling penting bagi pembentukan pengetahuan dan prilaku anak. Oleh sebab itu, banyak para orang tua yang kemudian "menjejali" anaknya dengan berbagai hal sejak usia dini.Terlebih saat ini semakin banyak tawaran produk atau jasa yang ditujukan untuk anak-anak kita, dengan alasan yang kerap dipakai adalah Golden Age manusia hanya terjadi pada anak-anak, sehingga sang orang tua hanya dihadapkan kepada dua pilihan mau
berbuat sebanyak-banyaknya atau membiarkan saja masa itu berlalu ?

Seorang ibu, Sundari 35 tahun di bilangan Menteng Jakarta Pusat menuturkan bahwa anaknya sejak berusia 2 tahun hingga sekarang berusia 5 tahun dan sudah memasuki TK, sudah diikutkan dalam berbagai kegiatan seperti kursus komputer, bahasa Inggris, piano, renang, ballet, aritmatika, melukis, dan menari. "Pokoknya saya buat anak saya ini super sibuk mumpung otaknya masih bersih" ujarnya. (mainnya kapan ya ?). Untunglah ibu Sundari termasuk golongan the have, jadi tidak ada masalah mau bagaimanapun anaknya dibentuk.

"Pokoknya saya buat anak saya ini super sibuk mumpung otaknya masih bersih" ujarnya.

Lebih-lebih kalau bicara soal pertumbuhan badannya, disamping diberi minum susu yang bagus, juga ditambahkan dengan makanan suplemen kesehatan fisik dan otak yang harganya selangit. Hanya persoalannya tepatkah sikap ibu tersebut dalam mengisi masa keemasan anaknya ?

Memang menurut beberapa penelitian para ahli mereka sepakat bahwa otak manusia itu mengalami proses perkembangan dari tingkat yang paling dahsyat sampai kemudian melemah. Menurut catatan Gordon Dryden dan Jeannette Vos, seperti ditulis dalam bukunya Learning Revolution (1999), para peneliti membuktikan bahwa 50% kemampuan belajar anak ditentukan dalam 4 tahun pertamanya, dan 30%-nya
sebelum usianya mencapai 8 tahun.

"Tapi ini tidak berarti bahwa si anak menyerap 50% pengetahuan, atau 50% kearifan, atau 50% kecerdasan pada usia ke empat. Maksudnya adalah, dalam empat tahun pertama itu anak membentuk jalur-jalur belajar utama di otaknya (koneksi dalam otak). Materi apapun yang ia pelajari nanti akan berdiri di atas dasar jalur-jalur itu," tulisnya menegaskan tentang empat tahun pertama.

Imam Ratrioso seorang psikolog meluruskan pandangan umum tentang golden age anak bahwa masa itu tidak lantas si anak dijejali dengan 1000 halaman buku dan berbagai suplemen kesehatan. Yang justru lebih penting adalah kualitas pengasuhan kita. Mengapa ?

"Karena golden age adalah masa dimana jalur belajar anak tentang karakter, sikap, intelek, emosi, dan moral manusia dibentuk. Semakin bagus kualitas pengasuhannya, berarti semakin banyak dan bagus jalur belajar yang terbentuk di otaknya" jawab Imam.

Phil Silva, Direktur Riset di Universitas Otago - New Zealand, menyimpulkan bahwa anak yang pertumbuhan jalur belajarnya bermasalah pada usia dini akan cenderung mengalamai masalah pada usia remaja.Bagaimana seharusnya orang tua ?Kalau kita ingin mencari anak yang hidupnya enak, pastinya tempatnya sudah jelas, di rumah mewah, sekolah yang bayarnya mahal, restoran jetset, dan mobil yang mentereng.

Tapi kalau mencari anak yang punya otak hebat, tempatnya tidak jelas. Kita bisa temukan anak berotak hebat itu di rumah mewah atau di gubuk reyot, rumah kontrakan, bahkan ada yang di tenda-tenda pengungsian. Ada juga kita temukan di sekolah mahal bertaraf internasional atau di sebuah pesantren dekat kaki gunung nun jauh di sebuah desa terpencil, bahkan ada juga di panti asuhan.

Itulah sebabnya kalau kita membaca biografi tentang orang-orang besar dunia, dari mulai para nabi hingga orang biasa, akan kita temukan fakta yang tidak seragam

Itulah sebabnya kalau kita membaca biografi tentang orang-orang besar dunia, dari mulai para nabi hingga orang biasa, akan kita temukan fakta yang tidak seragam mengenai asal usul dan latar belakang sosial mereka. Ada yang dari keluarga dan lingkungan yang enak, dan ada dari situasi dan kondisi lingkungan yang sama sekali tidak nyaman.

Walau demikian, mereka memiliki kesamaan umum yang di istilahkan oleh pakar pengembangan diri sebagai "learning" (punya tradisi belajar). Belajar adalah upaya seseorang untuk menyalakan api kejeniusan.

Ada tiga faktor manusia menjadi jenius. Pertama, karena diajar oleh Tuhan langsung sejak dari kandungan. Kedua, karena diajar oleh Tuhan secara tidak langsung melalui pengasuhan yang bagus dari orang dewasa disekitarnya. Ketiga, karena diajar oleh Tuhan secara tidak langsung melalui pengalaman pahit dalam hidupnya.

Pasti kita tidak pernah tahu termasuk golongan mana anak kita nanti. Karena itu, yang paling penting dilakukan oleh para orangtua adalah harus senantiasa menyalakan api kejeniusan atau merangsang terbentuknya berbagai jalur belajar di otaknya, bukan seperti orang mengisi keranjang dengan konsumerisme (memasukkan berbagai kursus, mengonsumsi semua jenis suplemen gizi, dan lain-lain). Dan itu semua ditentukan oleh pola pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas.

Pola Pengasuhan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW menganjurkan para orang tua untuk memberi bekal kebaikan kepada anak sejak dini "minal mahdi ilal lahdi" dengan pola pendekatan melalui permainan yang menggembirakan, tidak kasar, berdisiplin, dan ajarkan pengetahuan sesuai dengan tingkat usianya.

Bahkan dalam hal pemberian nama saja Rasulullah menganjurkan agar memberi dengan nama yang baik supaya terbentuk konsep diri positif. Termasuk juga memberi makanan bergizi. Kriteria bergizi menurut beliau adalah : Pertama, harus halal dan baik secara kesehatan, dan kedua, harus benar dalam cara mendapatkannya. Beliau mengingatkan jangan sampai kita memberi makanan yang haram dan diperoleh secara haram karena makanan itu akan menjadi daging dan itu akan ikut membentuk perilaku.

Selanjutnya Rasulullah juga mengingatkan kita agar menanamkan sejak dini kepada anak kita tradisi bersyukur. Syukur adalah menggunakan karunia Allah dengan cara yang benar dan untuk hal-hal yang benar, baik, serta bermanfaat. Wallahu a'lam.
(sal/voa-islam dari berbagai sumber).


http://www.voa-islam.com/news/technology/2009/07/25/456/masa-keemasan-anak/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar