Belajar dan Kursus dari Rumah

Belajar Bahasa Inggris dari rumah, program belajar 1 tahun sampai dengan level Advance....

KBA Mandiri singkatan dari Kursus Belajar untuk Anak secara Mandiri (Home Schooling). Galery produk berkualitas untuk pembelajaran bahasa asing, pengasah kecerdasan dan penambah pengetahuan, sehingga anak/ siswa dapat belajar dengan mandiri dirumah, dibimbing orang tua, atau siapapun yang diberi kepercayaan(Home Schooling). Kuncinya adalah belajar dilakukan dengan metode "fun learning" agar anak tidak mengalami stres dalam belajar lanjut baca

http://fahrul-riza.tokobagus.com/

Kamis, 10 Desember 2009

Stres pada anak: gejala, penyebab, dampak dan penanggulannya


Dalam pandangan global, dunia anak adalah dunia impian yang hanyalah dipenuhi dengan berbagai kesenangan, kebahagiaan dan ketenangan. Namun tahukah kita bahwa anak-anakpun dapat mengalami stres? Kenyataan membuktikan bahwa selain hal-hal yang menyenangkan, kehidupan anak-anak sekarang ini juga telah dipenuhi oleh pelbagai beban persoalan dan tekanan sama seperti yang dialami oleh orang dewasa pada umumnya. Permasalahan-permasalahan yang dialami anak bisa berasal dari lingkungan maupun dari dalam diri mereka sendiri dan apabila tidak teratasi atau terkontrol dengan baik akan berujung pada perubahan-perubahan fisik dan mental yang dapat membahayakan diri mereka sendiri. Kondisi-kondisi seperti inilah yang dikenal sebagai stres.

Dalam istilah medis, stres didefinisikan sebagai suatu rangsangan fisik dan psikologi yang menghasilkan reaksi mental dan fisiologi yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Sedangkan secara teknis, stres merupakan pengrusakan keseimbangan tubuh (homeostasis), yang dicetus oleh pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Untuk lebih mudah memahami stres yang terjadi pada anak maka sangatlah penting bagi orang dewasa untuk mengetahui dan memahami berbagai hal yang berkaitan dengan stres pada anak seperti tanda-tanda atau gejala, faktor penyebab, dampak, serta bagaimana strategi untuk mencegah dan menanggulangi stres pada anak.

Tanda dan gejala stres pada anak. Anak-anak yang sedang mengalami stress mungkin tidak tahu bahwa mereka sedang berada dalam kondisi stres, sehingga dibutuhkan peran orang tua untuk mengenali tanda-tanda stress pada anak. Pengenalan tanda-tanda stress pada anak secara dini oleh orang tua sangat membantu anak-anak untuk coping dengan situasi yang mereka alami. Namun, berbeda dengan orang dewasa, gejala stres pada anak sangatlah tidak mudah untuk dikenali.

Secara umum gejala atau tanda-tanda stres pada anak dapat dikelompokkan dalam beberapa katagori:

a) gejala fisik: seperti ngompol, sulit tidur, menurunnya napsu makan, gagap, sakit perut, sakit kepala, dan mimpi buruk,



b) gejala emosi: ditandai dengan rasa bosan, tidak adanya keinginan untuk berpartisipasi pada aktivistas di rumah maupun di sekolah, takut, marah, menangis, kebiasaan berbohong, mengasari teman, atau memberontak terhadap aturan-aturan, bereaksi secara berlebih-lebihan terhadap masalah-masalah yang kecil, dan perubahan drastis dalam penampilan akademik;



c) gejala kognitif: ditunjukkan melalui ketidakmampuan berkonsentrasi atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sekolah, dan suka menyendiri dalam waktu yang lama;



d) gejala tingkah laku: ditunjukkan dengan ketidakmampuan mengontrol emosi, menunjukkan sikap brutal dan keras kepala, dan perubahan tingkah laku jangka pendek seperti temperamen yang berubah-ubah dan perubahan dalam pola tidur, munculnya kebiasaan-kebiasaan baru seperti mengisap jempol, memutar-mutar rambutnya, atau mencubit-cubit hidung।

Penyebab stres pada anak. Setelah mengetahui berbagai tanda atau gejala stres pada anak, tentu kita ingin mengetahui secara gamblang apa faktor penyebab stres pada anak. Pepatah mengatakan bahwa :“the sooner to know the causes, the better to cure the effects”. Pepatah ini merupakan motivasi yang sangat baik bagi orang tua untuk mengetahui faktor-faktor penyebab stress pada anak, sehingga mereka mampu mengambil tindakan pertolongan bagi anak-anak mereka agar coping dengan stress yang dihadapi serta mampu mencegah atau menghindari terjadinya stress pada anak.

Menurut Prof. Marian Marion dalam bukunya Guidance for young children, ada dua faktor utama penyebab stress (stressors) pada anak yakni faktor internal dan faktor eksternal। Yang termasuk dalam faktor internal antara lain rasa lapar, rasa sakit, sensitivitas terhadap bunyi/keributan, perubahan suhu, dan kondisi keramaian (kepadatan manusia). Sedangkan faktor eksternal meliputi perpisahan atau perceraian dalam keluarga, perubahan dalam komposisi keluarga, menghadapi pertengkaran dan konflik, menghadapi kejahatan, mengalami tindakan kekerasan dari sesama teman (bullying), kehilangan sesuatu yang berharga misalnya hewan kesayangan, diperhadapkan dengan tugas yang harus diselesaikan secara bertubi-tubi, terburu-buru (hurrying), dan kehidupan sehari-hari yang tidak teratur dengan baik. Dari semua faktor penyebab stress yang sudah disebutkan, menurut spesialis pengembangan manusia dari University of Illinois Cooperative Extension (Christine M. Todd), stress fisik (seperti rasa lapar, mengantuk atau mendapat peringatan akibat tingkah laku yang kurang baik) merupakan penyebab utama masalah tingkah laku pada anak.

Dampak stres pada anak. Stress dapat berdampak positif maupun negative dan dipengaruhi oleh umur dan tingkatan stres. Stress yang berdampak positif (misalnya mengikuti kejuaraan tertentu dan belajar mengendarai sepeda) merupakan bagian yang normal dari kehidupan anak setiap hari. Berkaitan dengan umur, semakin muda anak, semakin besar dampak yang ditimbulkan dari hal-hal baru, dan semakin kuat serta potensial pula stress negatif terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak negatif dari stress lebih banyak terjadi pada anak-anak yang berumur di bawah 10 tahun, yang memilki temperamen menurun seperti “sulit” atau “slow but warm-up”, dan yang dilahirkan prematur. Stress yang terjadi secara berkepanjangan (chronic stress) sangat membahayakan bagi kesehatan dan perkembangan mental anak, seperti menurunkan kekebalan tubuh (immune system) untuk melawan penyakit dan infeksi, merusak system pencernaan, menghambat pertumbuhan, merusak emosi, perkembangan fisik dan sel-sel otak anak.

Pencegahan dan penanggulangan stress pada anak. Untuk menolong anak-anak yang sedang menghadapi stress diperlukan strategi pengendalian yang tepat dari orang dewasa. Strategi pengendalian ini haruslah didasarkan pada tingkat perkembangan anak karena hal ini sangat berkaitan dengan kemampuan anak untuk mengerti dan memahami keadaan yang sedang mereka alami. Para pakar anak menyebutkan bahwa ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serta mengurangi stres pada anak seperti:

1. Istirahat yang cukup dan nutrisi yang baik dapat menolong anak-anak dalam mengatasi stress. 

2. Menyediakan waktu yang berkualitas dengan anak setiap hari. Biarkan anak mengutarakan masalah yang sedang dihadapi dan menuliskannya. Pada kesempatan ini anak diajak bermain bersama-sama atau berbicara dari hati ke hati tentang bebagai masalah yang dihadapi oleh mereka serta mencari jalan keluar bersama. Ajarkan anak untuk mentransfer strategi pengendalian stress kepada situasi yang lain. Dengan demikian mereka akan merasa bahwa mereka sangat berarti bagi orang tua mereka.

3. Sebelum anak menghadapi hal-hal baru dalam keluarga yang dapat menyebabkan stress (misalnya kelahiran anggota keluarga baru), maka perlu bantuan orang tua mempersiapkan anak dengan cara untuk memberikan pemahaman tentang hal-hal baru yang akan terjadi dalam keluarga. Hal ini akan menolong mengurangi beban stress anak. Namun, persiapan yang berlebih-lebihan juga dibuktikan dapat menyebabkan lebih banyak stress. Orang tua dapat menilai apakah pemahaman yang diberikan sudah cukup atau belum dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya jika ia ingin mengetahui lebih banyak.

4. Menyediakan lingkungan yang mendukung bagi anak dimana mereka dapat bermain atau mengekpresikan bakat seni mereka.

5. Menolong anak-anak untuk mampu mengidentifikasi berbagai strategi penanggulangan stres (misalnya meminta pertolongan jika ada seseorang yang menggoda/mengganggu, mengatakan kepada mereka kalau kamu tidak menyukainya atau meninggalkan orang yang mengganggu)
Menolong anak-anak untuk mengenal, menamai, menerima dan mengekspresikan perasaan mereka secara tepat.

6. Mengajarkan kepada anak-anak teknik relaksasi (beristirahat). Berikan saran-saran seperti: “tarik napas yang dalam”, “berhitung mendur”, “tarik dan regangkan otot-ototmu”, “bermain dengan adonan tanah liat”, “berdansa” atau “membayangkan tempat-tempat yang disukai untuk dikunjungi dan menghayal mengunjungi tempat-tempat tersebut”).

7. Latihan menggunakan berbicara pada diri sendiri (self-talk skills) seperti “saya akan mencoba”, saya piker saya mampu melakukannya”, ini akan menolong anak dalam mengendalikan stress mereka.
Beberapa strategi dasar meliputi penerapan strategi disiplin positif, mengikuti rutinitas secara konsisten, dan meningkatkan kerja sama.

8. Jangan membebani anak dengan masalah yang sedang dihadapi orang tua. Tetapi katakanlah kepada mereka tujuan hidup keluarga dan diskusikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan sikap yang menyenangkan.

9. Berilah pujian pada anak ketika mereka melakukan hal-hal yang baik dan jangan lupa untuk memberikan pelukan dan ciuman.

10. Gunakanlah humor sebagai buffer terhadap perasaan-perasaan dan situasi yang kurang baik. Anak yang mempelajari humor akan lebih baik untuk menjaga segala sesuatu dalam persepsi.

11. Jangan memberikan beban yang berlebihan kepada anak dengan aktivitas dan tanggung jawab diluar sekolah. Biarkan anak-anak untuk belajar mengatur waktu mereka dengan baik. Jangan meminta mereka untuk selalu menjadi nomor satu dalam segala hal.

12. Berikanlah contoh dan teladan yang baik kepada mereka sehingga mereka akan meniru tingkah laku orang tuanya. Tunjukkan kepada mereka keahlian untuk mengontrol pengendalian diri dan keahlian untuk mengendalikan stress. Dengan melihat hal ini akan memberikan keuntungan bagi mereka karena nantinya mereka akan mampu mengendalikan stress mereka secara baik.

13. Carilah teman atau para profesional untuk menolong anda apabila masalah yang dihadapi terlalu berat untuk ditangani sendiri.

Kesimpulannya, pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan stres pada anak seperti tanda-tanda atau gejala stress, faktor penyebab, berbagai dampak yang ditimbulkan dan berbagai metode pengandaliannya merupakan informasi yang sangat bermanfaat bagi orang tua dalam menerapkan strategi yang tepat untuk mencegah dan mengurangi stress yang terjadi pada anak.

Written by: Catootjie (Penulis adalah staf pengajar pada Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan sedang melanjutkan pendidikan doctoral (S3) pada IFNHH-Massey University, di New Zealand)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar